Makan malam hanyalah sebuah alasan semata.. Karena sejatinya Sabrina ingin memancing Iwan agar segera pulang ke unit. Melepaskan rindu yang telah memuncak, dan hasrat yang telah menuntut untuk dipuaskan. Bahkan Sabrina tidak sanggup menanti sampai Iwan melepaskan terlebih dahulu seragam putih kebanggaannya. "Izinkan aku mandi dan makan terlebih dahulu," ucap Iwan pelan. Saat Sabrina melepaskan pagutan bibir mereka. "Mandi bersama?" Sabrina mengalungkan tangannya di tengkuk Iwan. Menarik kedua sudut bibirnya dan bergelayut manja di sana. "Ayo!" ajak Iwan. Dengan berat hati menyetujui apa yang diinginkan gadis itu. Sehingga mereka berdua berjalan beriringan ke kamar mandi. Menikmati percintaan dengan sebuah sensasi yang berbeda. Tubuh Iwan yang lelah dan otaknya yang suntuk karen

