Marcel berucap akan menemui kedua orang tuanya malam ini juga, tentu saja membuat mata Yella membesar. Wajahnya memucat dan jantungnya pun berhenti berdetak. Sama sekali tidak pernah menyangka jika Marcel akan mengatakan itu. Bahkan kini ia dan Gavin sudah bangkit dari tempat duduk mereka masing-masing. Meninggalkan Yella dan Nadira yang masih tertegun dan tidak tahu harus berkata apa. Bahkan untuk bernafas pun mereka sudah tidak mampu. Karena Marcel sudah memperingatkan bahwa, tidak boleh ada bantahan apa lagi penolakan. Jujur saja. Lebih baik Yella diminta lari mengelilingi gunung berapi daripada membawa Marcel dan Gavin ke rumah. Menyampaikan apa yang terjadi di antara dirinya dan Gavin. Demi apapun. Yella sudah bisa membayangkan seperti apa amarah yang akan ditunjukkan oleh ayahn

