54 talak. Hellena menaruh punggungnya yang pegal sejenak di atas kursi. Sejak tadi dia harus agak ekstra menenangkan Cellia yang mendadak tidak nyaman karena kehadiran Mama dan Mbak Friska. Sikap Mama yang tidak ramah dan dingin, membuat Cellia ketakutan dan minta digendong oleh Hellena dan menjadi sangat cengeng. Dulu, mungkin Hellena merasa heran dan kadang sedih melihat betapa Cellia seolah tidak diakui oleh Mama Aksara yang dia pikir neneknya. Kadang dia suka nelangsa saat Cellia minta digendong atau bertanya ini-itu malah dicuekin. Sekarang tidak lagi. Hellena mengerti mengapa Mama tak pernah menyayangi Cellia layaknya seorang nenek pada cucu pertamanya. Mereka bukan siapa-siapa. Dalam tubuh Cellia tidak mengalir setetespun darah Mama. Hellena tersenyum getir. Dia, kini meng

