Bisma mengerjapkan matanya karena silau. Baru menyadari hari beranjak siang. Sinar mentari tampak malu-malu menerobos jendela kamar Nafisah yang belum terbuka. Bisma segera mendaratkan pandangannya di jam dinding yang tergantung di kamar Nafisah. Hellow, sudah jam enam lewat lima belas menit. Apa kabar baju kerja yang biasa disiapkan Nafisah? Juga sarapan nasi goreng lezat dengan salad sayur dan teh hangat yang selalu terhidang setiap pagi? Atau.. Air hangat dengan segarnya aroma terapi yang selalu Nafisah sediakan dengan senyuman lembut dan hangat, saat menghantar handuknya yang bersih di depan pintu kamar mandi? Nafisah. Nafisah. Tanpa sadar Bisma memanggil sosok perempuan yang selama ini begitu setia melayaninya. Sunyi. Sepi. Tak ada sahutan lembut dan wajah yang tersenyum tulus

