Fakta Citra

1232 Kata

TALAK Br 4 "Dia putrimu, jangan ragu. Peluk dia." Teriak Mama, tegang. Memperhatikan detik-detik terindah dalam hidupnya. Dua manusia paling berharga yang dipisah keadaan dan jarak kini bersama kembali. "Dia putri kita, Asih?" Mata laki-laki itu berkaca. Satu. Dua. Langkahnya kian mendekati Hellena yang berdiri di depannya kian tegang. Antara ngilu di tubuh dan debaran tak karuan membuat Hellena seperti terpaku. Menahan nafas dengan keringat dingin. bercucuran. Mimpi apa aku semalam, ada laki-laki bergelar ayah hadir dalam hidupnya? Sosok yang bahkan tak berani dia hadirkan walau dalam mimpi. "Ulurkan tanganmu, Nak. Dia Papamu." Mama terus memberi semangat. Dia mengerti meski darah yang mengalir ditubuh mereka sama tapi perpisahan yang begitu lama membuat ikatan itu nyaris tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN