Hellena mengangkat bahu. "Fix, semuanya sudah jelas. Kembalilah, cepat temui Citra untuk mulai minta bantuannya." Hellena memberi isyarat dengan melirik pintu rumahnya. Astaghfirullah, maafkan aku Mama. Tapi perbuatanmu yang telah tega menjerembabkan Aksara pada Pelukan Citra dengan nista tidak bisa dimaafkan. Mama harus menuai apa yang Mama rabur. Hellena, menyeka sudut matanya. Adakalanya hal-hal menyakitkan dibutuhkan untuk menyadarkan seseorang kalau perbuatannya tidak benar. Aksara tidak berkata mulutnya terkunci. Mama dengan segan berjalan menuju pintu. "Kamu tega, Aksara." Mama mendecih. Melirik Aksara. "Maafkan aku, Mama. Apa yang telah Mama dan Mbak Friska lakukan terhadapku sangat menyakitiku." Suara Aksara dingin. "Kamu tega, membuat aku kelaparan? " Mama masih be

