"Aku ibumu, Nak." Suara perempuan itu terisak dan hampir saja tertelan dalam guncangan tubuh yang terlihat tersengal-sengal. Tangannya seketika meraih tubuh Hellena yang sudah setengah terduduk. Memeluknya erat dengan tangisan yang pecah sudah. Adakah hal yang paling indah dari menemukan belahan jiwa yang hilang? Adakah yang lebih indah dari kembalinya separuh hati yang selama ini entah dimana? Asih Pramandita, perempuan cantik dan lembut hati itu untuk pertama kalinya dalam sisa usia yang tak lagi muda, merasakan hatinya berbunga, berbinar, bermekaran. Indah luar biasa. Ada ribuan bintang bercahaya di relung hatinya yang selama ini gelap. Dipandanginya wajah putri cantiknya yang selama ini dia cari dengan segala cara, putri yang selalu hadir dalam doa dan tangisannya. Putri yang menj

