Arfan menyibak tirai jendela kamarnya. Lama dia menatap jalanan yang sepi di depan rumahnya, lampu jalanan mulai menyala, malam baru saja turun menciptakan segala keindahannya. Entah rasa apa yang dari tadi menari dalam benaknya. Sejujurnya pertemuan dengan Nafisah yang tidak diduga di rumah sakit itu, telah mewarnai harinya menjadi sedikit lebih berwarna. Bagaimana mungkin dia dipertemukan dengan perempuan masa lalunya, wanita yang masih menyimpan sejuta pesona di mata dan hatinya. Bukankah perpisahan diantara mereka bukan karena penghianatan? Hanya karena takdir tak memihak, dan orangtua Arfan menganggap bahwa materi di atas segalanya. Mama dan Papa mengira bermantukan Anastasia yang kaya raya bisa menjamin kebahagiaan dan kelanggengan rumah tangga putranya. Papa dan Mama lupa, harta

