"Redy mana, Bi?" tanya Kara selepas Si Bibi membukakan pintu untuknya. "Tadi udah pulang, Non, cuma pergi lagi." Kara cuma balas ber-oh ria lalu melirik sebentar jam dinding di ruang tamu. Pukul 7:15. Paling pergi bareng Kaila lagi, batin Kara malas. Sudah jadi kebiasaan sehari-hari kalau cowok itu pulang malam cuma karena asik jalan bareng Kaila. Lama-lama Kara jadi jengkel sendiri mengingat Redy pulang malam hanya karena bermain, sedangkan dirinya karena sibuk latihan basket. "Lampur kamar aku udah dibetulin belum, Bi?" tanya Kara lagi. Si Bibi menggeleng. "Bibi kurang tau, Non." "Redy enggak manggil tukang listrik atau apa gitu?" "Enggak, Non." Kara membuang napas keras lalu melempar duffel bag-nya ke sofa. Dengan kesal, ia membuka pintu kamar lalu membantingnya kasar, meny

