Chapter 28

2208 Kata

"Iya, Pa, iya ... Kara bakalan jadi anak baik ..." Kara terisak kemudian mendongak. Matanya tertuju pada wajah Rian yang kini terlihat tenang dan damai dengan mata terpejam rapat. Bersamaan dengan itu, suara melengking dari elektrokardiograf di sebelah Kara langsung berbunyi nyaring memenuhi ruangan, membuat Kara refleks membelalakan mata lalu dengan cepat mengguncang lengan Papanya. "Pa!" panggil Kara dengan suara bergetar, namun Rian tetap bergeming. "Papa!" jerit Kara keras. Mendengar teriakan barusan, Tante Micel yang sedang terduduk tenang di kursi tunggu pun kontan menerobos masuk ke dalam dengan wajah panik. Wanita itu buru-buru membunyikan bel yang ada lalu ikut mengguncang tubuh Rian yang terbujur kaku. "Kak! Kakak! Bangun, Kak!" Tante Micel mulai menitikkan air

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN