Suasana ruang makan yang semula ceria, tiba-tiba jadi penuh haru. Windy bangkit dan memeluk bahu keponakan kesayangannya itu. Dian dan Rian memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan Windy. Apalagi Dian, semenjak bayi, gadis itu lebih sering tinggal bersama Windy ketimbang bersama orang tua kandungnya. “Sayang ... ummi percaya dengan om Irfan. Dian juga sudah lihat’kan, bagaimana selama ini om Irfan menjaga ummi dan kita semua?” Windy memeluk Dian dari belakang. “Iya, Mi. Dian percaya sama om Irfan. Yang penting ummi dan adik-adik bahagia. Dian akan sering kok main ke sana. Dian pasti rindu lagi sama si jelek Tari dan dek Fandy.” Dian menatap Mentari, gadis kecil itu kesal. “Iihh ... kak Dian jahat. Kenapa Tari dibilang jelek? Tari benci sama kak Dian, heh.” Mentari melengos. Semua t

