Hari sudah sore. Windy menunggu sang suami dengan perasaan gelisah. Sebentar lagi adzan maghrib akan berkumandang. Namun, suami yang di nanti tak jua kunjung pulang. Windy berusaha berkali-kali menghubungi Irfan, namun hanya suara indah sang operator yang selalu menjawab. Mentari tengah asyik bermain dengan adiknya. Gadis kecil itu tidak akan mengerti dengan kegelisahan hati yang kini tengah dirasakan oleh ibunya. Windy melangkah keluar rumah, masih belum terlihat tanda-tanda kedatangan Irfan. Hanya sebuah motor matic yang terparkir cantik di halaman rumah itu. Motor matic yang sudah menemani Windy selama delapan tahun. Irfan sudah menawarkan untuk membelikan Windy motor baru, namun Windy menolak. Wanita itu tidak ingin membuang-buang uang untuk hal yang tidak perlu. Lagi pula Irfan j

