BAB 52 – Diketahui Putra

1390 Kata

Windy bangun dengan perasaan segar. Seperti biasa, wanita itu selalu bangun pukul empat dini hari. Windy mulai berjalan ke kamar mandi dan mensucikan dirinya dengan air wudlu. Wanita itu kemudian membentang sajadah di dalam kamar berukuran tiga kali tiga meter, tempat ia menginap, kini. Kamar yang sudah dipersiapkan oleh Yetri untuk Dika dan keluarga kecilnya. Namun kini, Dika sudah tiada. Kamar itu kini di huni oleh Langit dan Mentari jikalau mereka sedang menginap di rumah nenek dan kakeknya. Windy mulai melaksanakan shalat sunat dua rakaat. Ia melaksanakannya dengan begitu khusyuk dan damai. Wanita itu menyerahkan segenap hati dan jiwanya untuk Rabb-nya. Wanita itu mengadu dan mencurahkan segala keluh kesahnya kepada sang pemilik hati dan pemilik diri. Windy kembali menangis dan mera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN