BAB 12 Rasa Yang Terlarang (1)

907 Kata

Esok paginya, Milena siuman. Sama seperti saat pertama kali terbangun di kamar itu, coklat gelap mendominasi penglihatannya. Coklat gelap yang muram, sangat tidak cocok dengan suasana hatinya, ia merasa frustasi setiap kali melihat warna itu. Sinar matahari hangat mengenai kulitnya. Sensasi yang rindukannya sejak dulu. Ia bernapas pelan dan dalam. Perlahan ia membuka mata. Dilihatnya David tertidur di sisi tempat tidurnya. Apa dia bersamanya semalaman? "David..." tangannya menyentuh puncak kepala David. Lelaki itu terbangun, tersenyum dengan wajah masih mengantuk dan lelah. "Kau sudah sadar?" "Yeah.... Aku..." Belum sempat ia melanjutkan kata-katanya, David memotongnya. "Untung saja Max bersamamu semalam. Ia memanggil dokter secepat mungkin. Aku bodoh meninggalkanmu waktu itu. Hal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN