Valaria keluar dari ruangannya. Waktu masih menunjukkan pukul lima sore dan matahari mulai turun. Langkahnya tertuntun menaiki anak tangga. Dirinya hendak menuju lantai tiga untuk melihat hasil pekerjaan karyawannya dalam memayet gaun pengantin yang baru saja dia berikan tadi siang. Namun saat hendak melewati pintu yang terbuka setengahnya, Valaria menahan niat karena mendengar perbincangan beberapa karyawan dari dalam ruangan. Di dalam ruangan itu terlihat empat karyawan yang tampak sibuk memayet dua gaun yang ada di depan mereka. Sedang karyawan lain tampak sedang membereskan ruangan lantai satu sebelum jam pulang. "Memangnya sejak kapan kau melihatnya?" tanya Deborah dengan dua tangan yang tampak sibuk. "Sejak beberapa hari yang lalu. Setiap jam delapan atau sembilan malam selal

