Seth menghentikan langkahnya tak jauh dari sosok pria paruh baya yang berdiri tepat di depan meja kerja. Seth tersenyum tipis lalu menyapa ayahnya. "Silakan duduk, Dad," ucap Seth mempersilakan. Johnathan menghampiri sofa lalu duduk di sana. Seth menyusul duduk di kursi yang berseberangan. Dia menyandarkan punggung serta melipat kakinya untuk mencari posisi ternyaman. "Kau dari mana?" tanya Johnathan. "Aku makan siang di restoran dan kebetulan bertemu dengan seorang teman. Kami mengobrol di sana sampai aku lupa sudah lewat jam makan siang," jawab Seth menjelaskan dengan baik kebohongannya. Johnathan terdiam seraya memperhatikan putranya. Dia menghela napas pelan melihat tingkah Seth. Biasanya dia tidak pernah datang ke kantor untuk melihat pekerjaan putranya, tetapi hari ini diri

