Larry menarik Valaria dan mendorongnya hingga terpental di atas kasur. Ketika wanita itu ingin bangkit, Larry justru kembali mendorong Valaria. Kini dirinya mengangkangii Valaria dan mencengkeram kedua tangannya. "Lepaskan aku, sialann! Tolong!" Valaria tidak berhenti meronta dan berusaha melepaskan diri dari Larry. Meski dia tahu ruangan hotel kedap suara, tetapi Valaria terap menjerit meminta tolong. Larry tidak mempedulikan penolakan Valaria. Dirinya justru tersenyum penuh kemenangan dan mengabaikan tatapan tajam Valaria yang tertuju padanya. "Percuma saja kau meminta tolong, Vale. Tidak akan ada yang datang menolong mu!" ucap Larry diiringi gelak tawa. "Aku akan membalas perbuatan mu di kafe waktu itu," bisik Larry ketika mendekatkan wajahnya ke arah Valaria. "Lepaskan aku!" Va

