Semua orang disana terdiam kala suara itu terdengar mengiringi tangisan Alaizya, semua orang pun segera menatap ke belakang dimana seorang pria dengan balutan baju dan celana kain hitam disertai penutup wajah berdiri tegap. "Evan?" Alaizya yang entah mengapa menyebut nama sang adik berhasil membuat semua orang disana terdiam seraya menatap tajam pada pria disana. "Peek a boo?!" sentaknya seraya melepaskan penutup wajah. Leonardo yang semula diam perlahan menjalankan kakinya mendekati Evander yang sudah tersenyum dengan wajah ceria seakan tak terjadi apa-apa. Setelah tepat berada di depan putranya, Leonardo dengan cepat memukul kepala Evander. "Aduh! Sakit Dad," ringis Evander dengan mengusap lembut kepalanya yang baru saja dipukul oleh Leonardo. "Berani-beraninya kau bermain dengan kem

