*** Waktu begitu cepat berlalu. Kami sudah tiba di Indonesia. Ion membawa kami ke sebuah apartemen yang selama ini ia tempati. "Sementara waktu kita tinggal di sini dulu nggak apa-apa, kan?" tanyanya padaku. Aku mengangguk. Kondisi ini sedikit membuatku gugup karena ternyata lima tahun tidak bertemu membuat kami menjadi canggung. Ion memang menggendong Kilea, tapi dia tidak menggenggam tanganku seperti yang biasanya Saga lakukan. Ion terlihat kaku. Tapi aku memakluminya. Akupun sama kakunya dengan dia. "Kilea di mana?" tanyaku ketika Ion kembali lagi ke ruang tamu. Jujur saja aku kebingungan ke mana harus melangkahkan kaki. Kami persis seperti tamu. Ion duduk di sebelahku. "Tidur di kamarnya. Kamu mau mandi atau.." Aku gugup sekali. Buru-buru aku berdiri dan sedikit berteriak. "Ma

