Langit gelap dengan gumpalan awan hitam yang menurunkan hujan, rumput hijau di halaman rumah sakit basah dan tergenang air. Cheril mengulurkan tangan merasakan tetesan air hujan dengan telapak tangannya, matanya mendongak ke langit. Belum ada tanda-tanda bahwa hujan akan berhenti. Kepalanya menoleh ke belakang, tadi Ayahnya menyuruh dia keluar ruangan bersama supir. Menunggu di luar karena harus bicara berdua dengan neneknya. Tidak tahu apa yang dibicarakan sampai dia tidak boleh dengar. "Non Cheril keliling rumah sakit bareng Mbak, yuk." Ajak perawat neneknya yang berjongkok menyeimbangkan tubuh dengan Cheril. Bocah itu tidak kenal, kata Ayah tidak boleh ikut dengan sembarang orang. Nanti diculik. Cheril menoleh ke Seno, supirnya. Pria berkumis itu mengangguk. "Biar saya temani ju

