"Pak Gani mau kemana? Kok buru-buru?" Gani yang sedang memasukan laptop ke dalam tasnya itu menoleh. "Saya ada urusan di luar, Bu. Dari kemarin tertunda karena saya harus nyiapin soal buat ujian semester," jawabnya. Sosok guru cantik berjilbab di depannya itu tersenyum kecil, bukan senyum ramah atau senyum malu, melainkan senyum kecewa. "Padahal saya tadinya mau minta antar ke sekolah luar biasa buat ngasihin buku yang udah dikumpulkan anak-anak," katanya pelan. Mendengar itu, Gani merasa bersalah juga. Pasalnya memang tidak banyak guru muda di sekolah mereka, dan guru yang lebih tua tidak akan mau turun tangan dalam acara bakti sosial seperti ini. "Maafin saya ya,Bu Tami. Kalau Ibu mau, saya bisa minta tolong sama Mas Kala buat bantuin," sesal Gani. Kala yang dia sebut adalah pega

