"Mau satu, jangan pedas ya, Pak!" Seroang pria paruh baya yang sibuk dengan cobeknya, menyempatkan diri menoleh sejenak. Melihat wajah seperti apa pelanggann barunya ini. "Makan disini, Mbak?" tanyanya masih sambil mengolah ketoprak untuk pelanggann lainnya. Dengan yakin, Renata mengangguk. Tubuhnya bergerak di atas kursi plastik, menyamankan diri dengan menaruh tas di atas pangkuannya. Hari sudah pagi lagi. Rutinitas kuliahnya yang baru dimulai itu terasa biasa saja. Entah sudah berjalan berapa lama, Renata hampir lupa jika saja tidak ada UTS yang akan segera dirinya hadapi kurang dari satu bulan lagi. Sudah seperti itu semenjak dirinya mulai menjaga jarak dari Royyan. Setelah pembicaraan yang terjadi di antara mereka berdua terakhir kali di dalam kelas itu, Royyan nyaris tidak perna

