Jesi menggeliat pelan dan menarik nafasnya dalam. Perlahan ia membuka matanya dan mengernyit bingung saat tak menemukan pria yang memberinya kehangatan tadi malam. Ia mengangkat tangan kirinya untuk memastikan bahwa yang terjadi semalam bukanlah hanya sebuah mimpi. Dan dia segera tersenyum malu-malu saat menemukan benda berkilauan itu melingkar di jari manisnya. "Brother joo," gumamnya kemudian tertawa senang. Wanita itu pun segera beranjak dari tidurnya dan segera berbenah. *** Jesi menyusuri tangga, turun menuju ruang makan. Wajahnya seketika sumringah ketika melihat jonathan yang sudah rapi baru saja masuk kedalam rumahnya. "Brother joo," Jesi segera berlari kecil dan bergelanyut manja di lengan jonathan. Jonathan mengusap kepalanya dan tertawa pelan. ia begitu bahagia, akhirnya bi

