Bab 39

1314 Kata

SALAH KIRIM KADO 39 Suasana duka masih jelas ketara menyelimuti keluarga besarku tiga hari belakangan. Selain harus menghadapi Siska yang sering kali tantrum karena kakinya diamputasi, juga karena kepergian ibu untuk selamanya. Ibu yang tak lain adalah mamanya Putri dan Siska. Derai air mata mengiringi kepergiannya dari dunia fana. Aku tahu, tak harusnya sesedih itu saat melepas kepergian seseorang ke sisiNya. Namun, tiap kali mengingat gadis kecil itu tergugu di makam ibunya cukup membuatku perih. Iya, Putri masih tak pernah percaya jika ibunya sudah tiada. Dia benar-benar sangat shock mendapatkan kenyataan pahit ini di usinya yang masih cukup muda. Tak hanya itu saja, dia juga cukup shock saat mendapati kakaknya kini terpaksa duduk di kursi roda. Aku yakin perasaannya kacau. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN