Episode 10 - Kemarahan Yang Dipenuhi Hasrat

1088 Kata
Shally sangat terkejut sepulang nya dari ruang guru, rasanya shally ingin melampiaskan amarahnya, batin nya ingin berteriak sekuat kuatnya. sepulang sekolah shally pergi menemui david dengan penuh rasa sesak di dadanya, amarahnya yang kian memuncak, rasanya ingin meledak ledak saat bertemu david. namun shally bukan orang yang seperti itu. shally selalu menahan amarahnya karena sebenarnya shally bukanlah orang yang bisa dengan mudah mengungkapkan amarahnya. "brak,," shally membuka pintu mes di kantor david,, terlihat wajah shally yang di tekuk nya, juga mata shally yang berkaca kaca menampung air mata yang hendak jatuh tak tertahankan. shally sangat sedih, shally mengatakan semua hal yang ia bicarakan tadi bersama wali kelasnya di sekolah. "sudah ayy, aku tak sanggup lagi, aku tidak sanggup menerima semua hinaan ini, aku juga sadar kalo aku salah ayy" "udah ya sayang jangan nangis terus, jangan kamu hiraukan semua yang dia lakukan ,jika memang dia peduli, dia pasti akan datang secara langsung. namun dia hanya seorang pengecut yang bisanya hanya menjelekan di luaran saja. sudah ya tidak usah terlalu kamu pikirkan." "tapi apa yang dia katakan itu semuanya benar ayy, aku merasa malu pada diriku sendiri. aku hanya menjadi perusak dalam rumah tangga kalian ayy." David tak tahan mendengar Shally mengatakan semua itu, Sontak David memeluk Shally yang terus menangis pilu, menyadari apa yang telah terjadi pada dirinya itu sungguh akan membuat malu seluruh keluarganya juga akan merusak citra sekolah nya. Sebenarnya Shally merasa begitu ketakutan, namun Shally tidak pernah menampakkan nya . David memeluk erat Shally, mengusap halus rambut panjang nya dari ujung kepala hingga ke punggung. membuat seluruh tubuh Shally bergetar. Shally membalas pelukan david sama eratnya. hingga tak ada celah di antaranya, sebenarnya Shally sangat sensitif dengan sentuhan lawan jenis, oleh sebab itu, shally mudah sekali merasakan hasratnya. David mengusap punggung Shally dengan bermaksud untuk menenangkan tangis nya. namun tidak yang dirasakan oleh Shally. yang shally rasakan adalah sentuhan yang membuat nya melayang. Hingga dia memeluk David dengan cengkeraman yang kuat. David merasakan emosi Shally telah berubah menjadi hasrat yang begitu tinggi. David mengangkat dagu nya, dan di kecup nya bibir Shally perlahan. Shally menyambut kecupan yang di awali David, dibalas nya dengan kasar hingga terjadi pergulatan anatara lidah mereka . Digigit nya bibir atas David, dan sebaliknya David mengigit bibir bawah Shally, waktu semakin lama, mereka saling memanaskan diri, namun bukan di kompor ya ckckck karena dalam keadaan emosi, marah pada keadaan, Shally pun menjadi lebih agresif, seakan ingin melampiaskan kekesalan dan amarah nya kepada David dengan cara itu.. Shally pun menggila, Shally mendorong David dengan tenaganya hingga David terduduk di sofa,, Shally menduduki pangkuan David sambil terus melumati bibirnya, Shally meraih tangan David yang melingkar di pinggangnya, dan dituntunnya tangan David ke arah d**a Shally,, diremasnya kedua gundukan di d**a Shally, perlahan, perlahan,, hingga meremas nya kuat kuat, dilepaskannya bibir Shally dari lumatan David, kemudian di lahapnya d**a Shally, hingga Shally mendesah desah ke asikan, sambil Shally menggesek- gesekan dan dan di tekan tekan apa yang sedang ia duduki. Hingga mereka berdua merasa sangat panas, dan melucuti seluruh pakaian mereka, mereka saling melepaskan satu demi satu pakaian yang mereka kenakan. Dengan posisi miring, David yang berada di belakang Shally mulai memasukan senjatanya, " Bless...bless." tangan kiri memeluk sambil meremas d**a nya, sedangkan tangan kanan nya meraih v****a nya hingga membuat Shally merasakan begitu banyaknya kenikmatan. Shally terus mendesah, memanggil manggil nama David "sayang, " "sayang,, terus sayang,,, " owh..., mas,, ughhh" "sayang,, enak banget sayang" begitu desah Shally tak kuasa menahan rasa, di angkatnya pinggang Shally, hingga seperti posisi dogy, Shally membungkuk, dan David terus memompanya semakin lama kecepatan nya semakin meningkat. "owh,, sayang lebih cepet lagi sayang "ughhh,, sayang,, owhhh "terus sayang,, ughhhh "dalem banget sayang "ughhh, dalem sayang, "terus lagi sayang, enak banget sayang." Shally terus menerus mendesah seperti itu, hingga David tak kuasa menahan senjatanya mengeluarkan peluru nya yang meluncurkan kecebong kecebong didalam v****a Shally. Begitupun juga dengan Shally yang merasakan klimaks nya. Hal itu membuat Shally merasa sangat lega, Shally merasa telah menyalurkan emosinya. Entah mengapa, tanpa disadari hal itu telah menjadi suatu kebutuhan bagi Shally sebagai cara bersenang senang untuk melupakan penat yang selalu ia rasakan. segera mereka mengenakan pakaian kembali, karena takut ada yang memergoki mereka. walau mereka sering melakukan nya, tak sedikit pertengkaran yang terjadi di antara mereka, kecemburuan David pada Shally juga sering menjadi pemicu pertengkarannya. itu terjadi bukan tanpa sebab, Shally memang sering terlihat saling mengirim pesan dengan beberapa pria yang tidak dikenal David. Shally sengaja melakukan hal itu, karena Shally ingin David merasa tidak tahan dengan Shally dan juga berharap agar David segera mundur dan menyudahi hubungan diantara mereka. karena Shally ingin David memutuskan hubungan dengan nya, karena bukan tak pernah Shally ingin mengakhiri hubungan dengan David yang terasa begitu terjal jalan yang harus di lalui. begitu banyak pandangan kebencian yang menyoroti hubungan mereka. membuat Shally merasa sesak disetiap helaan nafasnya, Shally merasa dirinya bagai tawanan yang terpenjara dalam jeruji besi yang kokoh, Shally yang terikat janji dan kesepakatan bersama David, karena David telah mengakui kesalahan yang tidak dia lakukan kepada orangtua Shally, ya, David mengaku pada orang tua shally bahwa dirinya telah merenggut kegadisan Shally. padahal itu tidak benar, bukan David yang pertama melakukannya. David melakukan hal itu agar David diminta pertanggungjawaban dan dapat menikahi Shally, namun hal itu justru membuat Shally terperangkap bersama David ,dan untuk bisa terlepas darinya, Shally merasa sangat tidak mungkin, maka dari itu, Shally sering berbuat kesalahan dengan sengaja agar David merasa kesal dan pergi meninggalkan Shally, agar Shally bisa terlepas dari ikatan yang telah ia jalin bersama David, hubungan yang begitu banyak kesengsaraan didalamnya, begitu banyak kepahitan yang dirasakan Shally, hingga rasanya ingin mati saja. Shally yang tampak tegar diluar, namun batin nya begitu rapuh, sering kali Shally merasa dirinya tak kuat lagi menahan hinaan dari Farida, juga tatapan kemarahan dari keluarga David yang tak dimengerti oleh Shally, mengapa keluarga David pun begitu benci terhadap Shally, padahal selama ini Farida sudah tak pernah mengurusi David. Hanya uang yang Farida inginkan dari David. rasa kasihan yang selalu Shally rasakan jika melihat David, Shally selalu terbayang bagaimana Farida memperlakukan David, Farida tak pernah menghargai David sebagai seorang suami. hal itu yang selalu membuat Shally ragu untuk menjauh dari David. Shally hanya menampung setiap rasa marahnya hanya di dalam hati, Shally selalu menangis sendiri di kamar setiap malam , hanya untuk meratapi nasib diri yang entah kapan bisa berubah ##bersambung##
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN