"Perkenalkan aku Xin Liu." Setelah memperkenalkan dirinya pada orang-orang yang berada dihadapannya ia terlihat tersenyum puas lalu kembali larut ke dalam kegiatan yang sedikit tertunda.
Dong zhu, tabib kerajaan, dan Kay terdiam saja tidak melakukan apa-apa. Setelah melihat sesuatu tersebut.
Xin Liu yang ternyata seorang pengelana dalam bidang pengobatan, ia juga mencari berbagai jenis penyakit dan juga yang belum pernah ditemui. Ia tidak pernah kursus sekolah pengobatan tabib yang biasa dilakukan para tabib pada umum.
"Salam kenal Xin Liu, Perkenalkan aku Li kong. Tabib yang berasal dari kerajaan. Aku senang telah bertemu denganmu," ucap Li kong memberi rasa hormat pada tabib dari luar kerajaan.
Xin Liu hanya memanggutkan kepala, "Terima kasih," balasnya, "Aku memang tidak sekolah dibidang pengobatan namun, kelayakanku mendapatkan lencana ini tidak diragukan lagi." terang Xin Liu pada Pemimpin prajurit yang sedari tadi menatap dengan tatapan sinis terhadapnya sambil menunjukkan lencana kayu berlapis perak.
Dong zhu menghela napas untuk sesaat, "Kalau begitu tolong bantu kami untuk menyembuhkan mereka." Kemudian ia pun pergi meninggalkan lokasi.
Bawahan Dong zhu bingung ketika melihatnya pergi, "Pemimpin Dong zhu, kau mau kemana?" ucap Kay.
"Tenanglah, aku hanya akan melaporkan kejadian ini kepada Tuan kita serta membawa bawahanku yang lain." ungkap Dong zhu tanpa menolehkan pandangan.
Kay merasa tenang setelah mendengar ucapan pemimpinnya. Ia mengira pemimpin Dong zhu sedang kesal karena dirinya membawa tabib aneh.
Baru saja Kay mengalihkan pandangannya kepada pemimpin Dong zhu, ia terkagum melihat Kecekatan kerjasama yang baik antar dua tabib yang berbeda kerajaan dan teknik pengobatan. Tak enak hati untuk mengganggu mereka berdua Kay memutuskan menjaga pintu depan seperti yang seharusnya.
***
Rekan baru Li kong sedang memeriksa orang sakit dengan sangat cermat. Ia terpana setelah melihat kelihaiannya, "Xin Liu, apa kamu menemukan sesuatu yang menarik dari penyakit ini?" tanya Li kong.
Xin Liu hanya bisa tersenyum, walaupun senyumnya tidak terlihat karena selendangnya di lilit pada area wajahnya. "Ini sedikit menarik, penyakitnya sama persis dengan penyakit ringan pada umumnya. Tapi ada sesuatu yang menjadi pembedanya yaitu; pada bagian sekujur tubuhnya yang muncul bintik-bintik merah berupa cairan."
Li kong mengangguk menyetujui pendapatnya.
"Satu hal lagi, penyakit ini menyebar melalui air liur dan keringat, mungkin juga cairan yang berbintik juga penyebab utama penyebarannya." jelas Xin Liu.
"Oke, cukup. Pendapat kita sejauh ini sama. Tapi apa kamu merasa bisa menyembuhkan mereka semua? Bagian itu cukup kesulitan bagiku."
"Mestinya kita dapat menemukan obat ini tanpa harus menggunakan semua kemampuan kita. Sayangnya obat-obatan kami belum sanggup menyembuhkan mereka. Apa kamu pernah menangani hal seperti ini?"
Xin Liu menyudahi pemeriksaan, kemudian ia melipat baju lengan panjangnya dan mulai mengambil sesuatu dari lipatan bajunya yang cukup tebal. Berbagai jenis pisau dan alat pemotong, serta jarum khusus yang di sisipkan pada pintalan benang.
"Bisa minta tolong tambahkan lagi pencahayaannya." pinta Xin Liu.
Mendengar permintaan tersebut Kay segara mengambil dua buah obor yang terdapat di depan pintu. "Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Kay merasa aneh setelah melihat perlengkapa yang terlihat tidak ada berhubungan dengan pengobatan.
"Aku hanya mengambil beberapa pisau biasa untuk memotong obat," balas Xin Liu singkat sembari tangannya menulis sesuatu pada sobekan kain dengan menggunakan arang hitam yang selalu dibawanya, "Tolong bantu aku untuk mencarikan tumbuhan obat dipasar atau mencarinya di bukit atau hutan." pintanya pada Kay.
Kay menerima kain pemberian tabib, "Ini sudah malam! Mana mungkin kita bisa menemukan tumbuhan ini dipasar!" ucapnya dengan nada protes.
"Carilah dihutan atau bukit yang baru aku ucapkan tadi. Aku tidak ingin protes darimu." ucap Xin Liu berubah sikap seketika.
"Turuti saja permintaannya," ucap Li kong menyuruh Kay untuk mengalah.
Melihat situasi tadi, Kay memutuskan menuruti kemauan tabib Xin Liu dengan rasa terpaksa. Lalu baru saja pergi dari rumah b***k yang hanya berjarak lima puluh meter. Ia berpapasan dengan Dong zhu bersama bawahannya yang tidak lain adalah tiga belas anggota termasuk Kay.
"Mau kemana kau Kay?" tanya Shilin salah satu rekan baiknya.
"Aku disuruh mencari beberapa pesanan tumbuhan obat." balasnya menunjukan kain berisi nama tanaman.
"Tujuh orang bantu Kay untuk mencari tanaman obat, sisanya bantu mereka." suruh Dong zhu menanggapi jawaban Kay.
Ke tujuh rekannya termasuk Shilin menemani Kay untuk mencari tanaman obat sedangkan sisanya membantu Dong zhu untuk berjaga.
***
"Xin Liu bagaimana keadaan barang dagangan tuanku?" tanya Dong zhu mendatangi rumah b***k bersama dengan separuh anggotanya.
Xin Liu menengok ke arah pintu yang sedang terbuka, "Aku baru saja menyuruh anak buahmu untuk mencari tanaman yang aku butuhkan untuk mereka," ujarnya, "Tapi meskipun tanaman obat yang aku pesan sudah datang, belum tentu kita dapat menyembuhkan mereka langsung. Karena aku masih mencari obat yang cocok bagi mereka." ungkap Xin Liu demikian panjangnya.
Suara mendecih keluar dari mulut Dong zhu, "Jadi percuma saja, aku menaruh harapan padamu."
"Tenanglah tuan Dong zhu, tugas seorang tabib terbilang sulit karena nyawa pasienlah yang harus jadi taruhan setiap harinya." ujar Li kong menerangkan tugasnya sebagai tabib.
Tatapan Dong zhu tetaplah angkuh, "Berisik! Apa kamu tidak tahu?! pekerjaan anak buahku sedang di pertaruhkan saat ini sebagai penjaga." ungkapnya menunjukkan urat otot yang keluar.
Menyadari Emosi Dong zhu sedang memuncak yang akan berakibat pada pasiennya, "Berisik! Mereka sedang sakit ... kalian tidak boleh mengatakan sesuatu keras-keras."
Peringatan Xin Liu segera membuat mereka terdiam. Dong zhu dan juga beberapa bawahannya segera keluar dari ruangan tersebut.
"Aku lega mendengar ucapanmu barusan Xin Liu." ungkap Li kong dengan wajah sedikit pucat.
Xin Liu tersenyum, "Tenang saja, mereka tidak akan macam-macam pada kita selama mengobati mereka." ucapnya kembali sibuk memberi beberapa air ke setiap pasien.
Melihat rekan sesama tabib sedari tadi sibuk ia pun berinisiatif membantu, "Biar aku yang memberi air pada bagian sebelahnya." ucap Li kong.
"Silakan." balas Xin Liu.
***
"Permisi apa tuan mempunyai beberapa jenis tanaman ini?" tanya Kay sambil menunjukkan kain yang bertuliskan nama jenis obat pesanan Xin Liu.
Rekan-rekan prajurit kay memutuskan berpencar menjadi tiga kelompok untuk mempermudah pencarian.
Pedagang tua berjanggut mengambil kain yang di tunjukkan padanya. Matanya sedikit terbelalak, "Apa kamu yakin sedang mencari sebuah obat?" tanya pedagang tersebut dengan nada meragukan setelah membaca tulisan pada kain tersebut.
"Apa ada yang salah?" tanya Shilin.
"Tentu saja, beberapa dari jenis tumbuhan ini adalah racun." jawab pedagang demikian memberi kejutan pada dua orang prajurit yang menjadi pelanggannya malam itu.
"Bagaimana mungkin?!" seru Kay kaget lalu, ia menengok ke arah Shilin yang berada di dekatnya, "Apa kita tetap membelinya?" tanya Kay meminta pendapat.
"Beli saja kita tidak tahu apa tujuannya membeli ini. Tapi sebelum memberikannya kita harus segera melaporkan pada pemimpin Dong zhu." jawab Shilin bijak.
Kay mengarahkan pandangannya pada pedagang tanaman obat, "Kami beli."
Pedagang tersebut memberikan kembali kain tersebut kepada Kay, "Sebentar." ucapnya demikian sibuk mencari beberapa obat yang disebutkan tadi.
---
"Nah ini dia pesanan kalian," cetusnya, "Jika yang membeli tanaman ini adalah seorang tabib, kemungkinan dia seorang yang hebat." lalu ia pun menyerahkan tanaman obat tersebut menggunakan wadah daun kepada salah satu prajurit.
"Aku harap begitu." ungkap Kay setelah itu kembali ke kamp.