Bisik – bisik dari lorong, dua orang gadis mendengar ada seseorang yang sedang berbincang. Wajah mereka langsung tampak was – was setelah mendengar suara perlahan langkah orang – orang yang sedang menuju kemari, kedua gadis itu tampak saling berpelukan. “Kau boleh memilih dari barang – barang berkelas yang ada di sini, anggap saja mereka sebagai bawahanmu yang paling setia. Gunakan mereka sebaik mungkin, aku tidak peduli akan kau apakan mereka. Ingat, ini adalah hadiah yang ku berikan padamu, jangan menolak?!” seru salah Xue Jang yang dengan sendirinya menuntun pria yang akan memilih b***k untuk pertama kalinya. Pria itu tampaknya bolak – balik mencari yang cocok, untuknya sendiri. “Kenapa? Apa mereka tidak cukup bagimu?” tanya Xue Jang dengan wajah tampak santai sembari menikmati sebatan

