Melarikan diri

705 Kata
Begitu orang-orang itu bergerak menjauh, Lita secepat kilat berusaha menyadarkan dirinya. Tidak peduli bagaimana cara dia menekan kesadaran nya yang begitu sulit untuk bangun dari tidur nya, Lita berusaha melarikan diri melewati tempat dimana pertama dia berada hingga akhirnya kini dia berada di antara warna pekat nya langit malam yang semakin menggelap dan lorong sempit yang entah membawa nya kemana, Lita berusaha menyeret langkah dengan sedikit terseok-seok keluar dari tempat terkutuk dimana dia berada tadi nya. Gadis itu menyelinap dengan bersusah payah melewati lorong sempit pembatas bangunan gedung berkilauan yang di kelilingi antara cahaya lampu dunia malam serta gedung pencakar langit di sisi kiri dan kanan nya. Sesekali dia mengumpat dengan perasaan tidak jelas serta mencoba menahan segala sesuatu perasaan yang menghantam diri nya, Lita terus memaksa langkah sambil terus berlarian dengan nafas tersengal-sengal. Lola. Dia tahu perempuan sialan itu mencoba menjebak nya, karena cemburu pada Mike yang jelas lebih memilih dirinya ketimbang Lola hingga berakhir pada kemarahan perempuan tersebut dan menyeret nya hingga kemari. Dengan menggunakan handphone Mike dan berkata laki-laki itu mabuk, meminta dia menjemput nya kini perempuan sialan tersebut berusaha menjebak nya. Otak gila perempuan itu membuat rencana mengerikan untuk dirinya. Persis seperti nama nya, Lola sudah jelas mencerminkan kwalitas kehidupan nya. Sudah t***l, loading lamban,murahan, selalu menempel dengan jutaan laki-laki di sekolah mereka kini otak gila nya mencoba untuk menjual dirinya. Dia berharap diberikan jalan membebaskan dirinya dari jebakan Perempuan sendal bolong tersebut. Wait apa itu sendal bolong?!. Apakah orang Prancis tahu dengan anggota group pencitraan hantu Indonesia tersebut?!. Nama itu sangat terkenal di Indonesia, bahkan ada banyak sekali film nya di mana-mana. Oh Lita apa yang barusan kamu pikirkan dan kamu coba racau kan sejak tadi!?, kenapa otak mu jadi tidak sinkron saat ini?. Ah entahlah. Apa yang terjadi dia tidak tahu sama sekali, yang jelas otak nya sejak tadi menjadi begitu bleng, belum lagi tubuhnya tiba-tiba bergejolak dan memanas secara tiba-tiba. Saat dia memikirkan soal Mike yang dianggap nya begitu menjijikkan, tiba-tiba ada satu hasrat didalam dirinya yang bergejolak secara tiba-tiba, tubuhnya mengeluarkan gelanyar aneh dan begitu meresahkan, seolah-olah dia butuh sentuhan seseorang didalam dirinya. Some one can you help me?!. Aku benar-benar buruh bantuan saat ini pikir Lita. Gadis itu berusaha mencari handphone nya tapi sial nya dia baru ingat dia kehilangan handphone nya tadi. Gadis itu terus berusaha bergerak menuju ke arah depan, mengejar satu titik cahaya dimana dia fikir itu jalan keluar nya. Lita fikir dia harus cepat-cepat segera pergi dari sana sebelum laki-laki berkepala botak dengan perut buncit dan muka bulat itu menangkap dirinya. Dia tidak mau kehilangan keperawanan nya di tangan laki-laki tua mengerikan tersebut. Dia belum sempat membalas rasa sakit hatinya pada mike yang mengkhianati dirinya dengan berselingkuh di belakang nya bersama Lola, dan kini kemarahan nya bertambah ketika Lola mencoba menjual dirinya dengan laki-laki hidung belang. "Dia manusia sialan, jika aku selamat malam ini jangan harap aku akan memaafkan kalian" Umpat Lita sambil mencoba menghentikan langkahnya. Dia fikir dia nyaris tidak bisa lagi bernafas saat ini. Kepalanya tiba-tiba menjadi pusing dan suhu tubuh nya sejak tadi terasa semakin aneh. Panas dan entahlah. "Itu dia..." "p*****r kecil nya di sana" Seketika Lita tercekat saat dia mendengar beberapa orang meneriaki Diri nya dari arah belakang. Gadis itu berlarian kembali kearah depan, bola matanya mencoba menelusuri apa yang ada di hadapannya, dalam doa nya dia berharap ada seseorang yang datang membantu nya. Apapun, siapapun, dia butuh bantuan. Hingga akhirnya bola mata tanpa sengaja menangkap sebuah mobil yang baru akan bergerak. Tunggu.... please. Gadis itu mencoba berteriak didalam hati nya, mengejar langkah mobil tersebut dengan gerakan cepat. Seketika Lita mencoba untuk memukul kaca mobil tersebut dan, Duggggg, Duggggg, Duggggg, "Tuan tolong bantu aku"Pekik Lita kemudian. Dan dalam hitungan detik pintu mobil terbuka. Lita buru-buru masuk dan berteriak histeris. "Tancap gassss bawa aku pergi dari sini, mereka mengejar ku tuan" Pekik nya tertahan. Entahlah otak Lita saat ini tidak berfungsi dengan baik, yang dia tahu tiba-tiba mobil tersebut bergerak menjauh dari sana. "Apa yang kamu lakukan di jalanan pada jam segini, Lita?" Begitu nama nya disebut oleh seseorang di samping nya itu, seketika Lita terkejut dan langsung menoleh ke samping nya, Gadis itu terbelalak kaget dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. "Kau?" Pekik nya tertahan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN