Shuwan berdiri didepan sebuah pintu yang berwarna merah. Dia memutar kenop pintu dan berjalan masuk ke dalam sana. Cahaya putih menyilaukan datang dan membuatnya menutup matanya karena tidak kuat. Saat dia membuka matanya lagi, pemandangan mengejutkan muncul dihadapannya "Ini...." Bangunan-bangunan tinggi pencakar langit dan jalan raya yang ramai oleh kendaraan berlalu lalang. Shuwan melihat ke bawah dan dia masih mengenakan pakaian kuno yang terakhir dia kenakan. Dia perlahan berjalan ke arah sebuah rumah tua yang berada ditengah bangunan. Disinilah dia dulu tumbuh dan besar. Sampai dia masuk dalam organisasi, rumahnya ini sudah lama dia tinggalkan. Dia harus berpindah tempat untuk mengamankan dirinya agar tidak mudah dilacak oleh siapapun. Tangannya menyentuh dinding kayu reyok ruma

