Oh, Imanuel

1786 Kata

Malam telah tiba. Alice sudah siap dengan riasan dan gaun malamnya. Ia duduk termenung di depan meja rias. Entah kenapa ia tak siap untuk malam ini. Pikirannya dipenuhi dengan perang dingin antara Jeff dan Natasya. Alice lantas menghela napas panjang seakan sebuah benda besar membuat rongga pernapasanya sesak. Ia benar-benar tak siap. Ah, lagi pula, sejak kapan ia siap untuk menghadapi hari yang sudah malam semenjak ia memutuskan untuk bergabung ke dalam dunia yangditawarkan Natasya padanya. Tiba-tiba lamunan Alice terpecah oleh sebuah ketukan di pintu. Natasya muncul dengan senyumnya yang begitu lembut. Dia selalu begitu apabila menerima pelanggan dari kalangan VVIP. Para pelanggan Natasya memang selalu bukan sembarang orang. Hanya yang berkantong tebal saja yang bisa menyewa jasa ‘an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN