Kali ini Natasya tertawa lebar, “hahaha, kau ingin menebus gadis kesayanganku ini?” ejeknya, “memangnya berapa yang bisa kau tawarkan? Kau bahkan mengantarnya ke sini hanya dengan alas kaki lusuhmu itu,” lanjut Natasya semakin terbahak-bahak. Jeff mendelik menunjukkan wajahnya yang berapi-api, “dengar, sampai saatnya tiba aku akan datang dan melemparimu dengan uang untuk menebus kekasihku!” Natasya menghentikan tawanya dan tersenyum sinis, “aku akan dengan sabar menunggumu, anak tampan,” pungkasnya kemudian berbalik badan dan melangkah pergi, “Alice, masuk!” perintahnya seolah tak terbantahkan. Alice memandangi Jeff untuk terakhir kalinya dengan perasaan campur aduk. Jeff memejamkan mata sejenak sambil mengangguk pelan. Ia membuka matanya lagi sambil memegangi wajah Alice seakan ia berk

