David mendengkus kemudian semakin tertawa. “Aku tahu sekarang,” katanya lalu melempar pandangan menghina pada Alice, “jadi, begini kau sekarang, Aluce, kau menolak tidur denganku untuk bisa tidur bersama pria-pria kaya?” Hati Alice mencelos mendengar penghinaan dari kakak tirinya sendiri. Ia tak mampu berkata-kata dan hanya bisa meneteskan air mata. Kakinya bahkan terasa lemas untuk berdiri. Kalau saja Victor tidak memeganginya ia mungkin tidak akan sanggup berdiri. “Hei, jaga bicaramu!” bentak Victor, “jika kau tidak punya urusan dengan kami lebih baik kau pergi!” usirnya. David tersenyum sinis, “hei, aku ingin tahu berapa yang kau bayarkan padanya, aku ingin tahu berapa banyak uang yang harus kusiapkan agar aku juga bisa menikmati tubuhnya?” tahyanya. Victor mendelik kemudian tanpa b

