Aku menyapu setiap sudut rumah. Membersihkan plastik dan tisue yang beserakan di lantai. Bekas acara pengajian tujuh harian Mas Rohmad, Mbak Lia dan Aqila. Setelah pulang dari Cilacap tempo hari. Aku putuskan untuk mengadakan tahlilan di rumah ini. Mbak Ina dan Ami ku liburkan menjahitnya. Besok baru menjahit kembali. Banyak tetangga yang mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Mas Rohmad dan keluarganya. Mereka terkenal ramah di mata warga sini. Tak heran banyak yang hadir untuk mendoakan mereka. Sudah tujuh hari Mas Rohmad meninggalkanku. Namun hingga detik ini, aku masih saja tidak percaya jika mereka telah tiada. Lagi, aku berharap semua ini mimpi. Namun kenyataannya semua ini benar adanya. "Mau dibantuin Lan?" tanya Mbak Ina yang sudah berdiri di depan pintu. Entah sejak kap

