Aditya diam-diam masuk ke dalam ruangan anaknya. Ia melihat Kenaan sedang termenung memandangi layar Handphonenya. Jingga—anak tirinya kemarin bercerita kalau Kenaan menyukai kakak sepupu Adnan. Akhir-akhir ini tepatnya semenjak Nabila pulang ke kampung halamannya, Kenaan lebih sering termenung seperti ini. Kadang dia kembali cerita ketika selesai bertelepon dengan wanita itu. Ia menghela nafasnya panjang. Mengurungkan niat untuk menemui Kenaan hari ini. Awalnya ia ingin menyuruh Kenaan untuk menggantikannya rapat tapi—ia tahu kalau Kenaan tidak akan menjalani rapat dengan sepenuh hati jika kondisinya seperti ini. Aditya berdecak pelan. "Ck, dasar anak muda! Hanya tahunya cinta, cinta dan cinta. Kisah Kenaan sama persis dengan kisah cintaku hahaha." Aditya tertawa lucu. Berjalan gagah

