Asiku Keluar Lagi Xav

1627 Kata

Pagi setelah malam yang terlalu tenang selalu datang dengan rasa waspada yang halus. Bukan ketakutan, lebih seperti kebiasaan yang menolak mati. Ara merasakannya bahkan sebelum membuka mata. Xavier sudah bangun lebih dulu kali ini. Ara tahu dari hangat yang tersisa di seprai dan suara samar langkah kaki di kamar mandi. Ia memutar tubuh, menarik selimut lebih tinggi, lalu menghela napas pelan. Tubuhnya masih mengingat pelukan semalam kuat, protektif, tapi kali ini tidak menekan. Xavier belajar. Dan Ara menyadarinya. Saat Xavier keluar, rambutnya masih sedikit basah, kemeja hitam sudah rapi, aroma sabun maskulin mengisi ruangan. Ia berhenti ketika melihat Ara sudah membuka mata. “Kamu kebangun?” tanyanya. “Dari tadi,” jawab Ara jujur. “Cuma malas gerak aku tuh.” Xavier mendekat, dudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN