Kenyamanan

2123 Kata

Pagi datang tanpa benar-benar membawa terang. Cahaya matahari menembus celah tirai tebal kamar mereka, jatuh miring di lantai, seperti ragu apakah ia diizinkan masuk sepenuhnya. Mansion masih terjaga dalam kewaspadaan yang sama seperti malam sebelumnya. Tidak ada sirene. Tidak ada laporan tambahan. Tapi keheningan itu sendiri terasa mencurigakan. Ara terbangun lebih dulu. Ia tidak langsung membuka mata. Tangannya masih berada di perutnya, refleks yang kini menjadi kebiasaan baru. Ada rasa hangat yang tidak bisa ia jelaskan. Bukan keyakinan. Bukan juga harapan berlebihan. Lebih seperti… kesadaran bahwa tubuhnya sedang bekerja dengan caranya sendiri. Ia menarik napas perlahan. Di sampingnya, Xavier masih terjaga. Ara bisa merasakannya dari cara tubuh pria itu tegang meski berbaring, dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN