Sama Sama Beruntung

1707 Kata

“Gak mau nambah personil, hm?” Xavier mengangkat kepala sedikit, matanya menyipit, bukan karena bercanda. Nada suaranya tenang, tapi Ara tahu tulah nada ketika pikirannya sedang bekerja cepat. “Tambah empat,” ulang Ara tanpa ragu. Keheningan kembali turun, tapi kali ini berbeda. Bukan keheningan penuh luka seperti malam sebelumnya, melainkan jeda sebelum badai keputusan. Xavier menatap wajah Ara lama, seolah membaca setiap kemungkinan yang tersembunyi di balik keteguhan istrinya. “Kau yakin?” tanyanya pelan. “Empat orang baru bukan hal kecil. Mereka akan masuk ke lingkaran terdalam.” Ara mengangguk. “Justru karena itu. Lingkaran kita terlalu sempit, Xav. Dan musuhmu tahu persis celahnya.” Xavier menghela napas perlahan. Ia tidak menyangkal. Malam sebelumnya sudah cukup menjadi bukti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN