Jessica menatap Cassandra dengan ragu sebelum akhirnya membuka suara, mencoba memantapkan diri. "Tante, aku akui, dari dulu bahkan sampai saat ini, aku sangat mencintai Kak Levin. Tapi aku terlalu bodoh. Waktu itu, aku takut menyakitinya, takut membuat dia terluka," ujar Jessica dengan suara bergetar. Air matanya tak lagi sanggup ditahan, meski ia berusaha keras untuk tetap kuat. "Tapi aku ... aku memilih pergi, Tante. Pergi dengan cara yang menyakitkan. Aku juga merasakan sakit yang sama. Aku tidak tega melihat Kak Levin sedih kalau suatu hari nanti dia kehilangan aku," katanya sambil mencoba mengatur napas. Satu tarikan napas panjang Jessica ambil, lalu melanjutkan, "Aku seorang ibu sekarang dan aku harus memikirkan kebahagiaan Junior. Aku hanya ingin anakku bahagia. Apa aku salah, Tant

