Bab 48. Rasa Takut, Harapan Dan Ketidakpastian

1452 Kata

Lama mereka saling bertatapan tanpa kata, Sementara Reni hanya bisa terpaku melihat tingkah Junior yang tiba-tiba menutup matanya sambil tersenyum kecil. Bocah itu selalu punya caranya sendiri untuk membuat siapapun lupa akan beban di pundaknya. "Om baik, Mama. Sampai kapan kita di sini?" tanya Junior dengan nada polosnya. Kata-kata itu membuat Levin dan Jessica tercekat sejenak, tidak tahu harus menjawab apa. Levin segera sigap membantu Jessica berdiri, keduanya lantas menjadi salah tingkah. "Terima kasih, Kak," ucap Jessica dengan lirih. "Iya, sama-sama. Hati-hati jalannya," sahut Levin, penuh perhatian. Suasana menjadi sedikit canggung, namun akhirnya mereka melanjutkan langkah masuk ke dalam rumah. Rumah itu terasa begitu nyaman, berbeda dari tempat tinggal yang Jessica dan Junior

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN