Bab 162

2821 Kata

Mariana benar-benar menepati ucapannya. Beberapa hari setelah kejadian di depan gedung itu, ia datang kembali, kali ini bukan dengan gaun mebncolok atau sikap memohon, tapi dengan map berisi berkas lamaran. Rambutnya diikat rapi, pakaiannya sederhana, riasannya tipis. Ia berdiri di meja resepsionis seperti pelamar lain, mengambil nomor antrian, mengisi formulir, lalu duduk menunggu dipanggil. Tidak ada yang tahu siapa dirinya. Tidak ada yang tahu hubungannya dengan Matteo. Dan Mariana memang menginginkannya seperti itu. Prosesnya berjalan seperti yang seharusnya. Ia menyerahkan CV, mengisi data, menjalani wawancara awal dengan HR. Pertanyaannya standar. Pengalamannya. Kemampuannya. Alasan melamar. Mariana menjawab dengan tenang, tanpa drama. Ia sudah menyiapkan cerita yang rapi, cukup me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN