Bab 106

432 Kata

Anjing kecil itu akhirnya turun dari pangkuan Zenia. Langkahnya pelan, hampir ragu, kuku-kuku kecilnya berbunyi halus di lantai marmer saat ia berjalan mehndekati Matteo. Zenia memperhatikan dengan senyum kecil, sementara Matteo pura-pura sibuk menatap layar ponselnya, meski dari sudut matanya ia jelas menyadari gerakan makhluk kecil itu. Anjing itu berhenti tepat di depan kaki Matteo. Ia mendongakb, kepalanya sedikit miring, telinga kecilnya terangkat. Tidak ada gonggongan kali ini. Hanya tatapan penasaran dan ekor yang bergerak pelan, ragu-ragu. Matteo tetap diam. Anjing itu maju satu langkah lagi, lalu duduk. Ia mengendus ujung sepatu Matteo, berhenti sejenak, lalu mendekatkan hidungnya ke celana Matteo. Matteo mendengus pelan. “Jangan sentuh aku.” Anjing itu tidak mengerti. Ia mal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN