Bab 235

1980 Kata

Pagi berikutnya datang dengan cara yang lebih ringan. Tidak ada keterkejutan. Tidak ada napas terengah karena mimpi buruk. Hanya cahaya matahari yang masuk perlahan dan suara burung dari luar jendela. --- Aidan bangun dengan mata setengah terbuka. Ia tidak langsung duduk. Tidak langsung melihat ke pintu. Tidak langsung mencari. Ia hanya berbaring. Diam. Sejenak. Lalu menoleh. Zenia masih di sana. Duduk di kursi dekat tempat tidur. Seperti semalam. Aidan berkedip pelan. Lalu tersenyum kecil. "Mama…" Zenia menoleh. "Iya?" Aidan duduk perlahan. "Aku nggak mimpi buruk." Zenia tersenyum. "Itu bagus." --- Matteo masuk beberapa detik kemudian. Seperti biasa. Tenang. Melihat ke arah Aidan. "Kau tidur nyenyak." Aidan mengangguk. "Iya." Ia berhenti sejenak. Lalu ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN