Bab 25

1252 Kata

Luna menangis sesenggukan. Sebenarnya rasa cinta pada suaminya masih begitu besar, tapi semua itu dipatahkan oleh sebuah kekecewaan. Ia tidak mau hidup bersama lelaki yang masih terkurung oleh masa lalunya. Walau kata maaf berulang kali terlontar dari mulut lelaki itu, tetapi hati Luna masih sekeras batu. Sulit sekali untuk sekedar mengucap kata memaafkan. "Sebenarnya aku tidak mau berpisah dengan mu, Lun," ucap Arka pelan. Setelah beberapa saat diam, ia bisa mengendalikan emosinya. "Tapi rasanya sangat sulit menahanmu untuk bisa terus bersamaku. Seakan kesalahanku adalah kesalahan fatal yang sulit dimaafkan," ucapnya lagi. "Kamu harus tahu, selama aku mengenal perempuan, baru sama kamu aku seperti ini, memohon-mohon untuk bisa terus bersamamu. Hal itu nyaris tak pernah ku lakukan sewa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN