Dua bulan sudah Felica bersama Lauye. Mereka sudah lebih dekat bahkan kadang menghabiskan waktu bersama. Kadang kala mereka menatap bintang dari balkon kamar, kadang juga menikmati fajar yang menyingsing di kebun bunga matahari. Lauye lebih banyak tersenyum dan bicara saat Felica bersama dengannya. Ia bisa melihat sisi lain dari pemimpin Roulette, wanita polos, lugu dan tidak tahu betapa dunia yang ia pijaki sangatlah kejam. Selama kebersamaanya dengan Felica, Lauye mulai tergerak. Ia merasakan hal yang berbeda saat berada di dekat wanita itu. Entah apa yang membuatnya menyukai Felica, mungkin karena wanita itu selalu dia lindungi, atau karena dia yang merasa kesepian dan Felica hadir dalam hidupnya. Lauye menarik napasnya sesaat, ia ingin memastikan sesuatu dan memfokuskan pandang

