Lauye dan Cancri kini duduk di gazebo dekat dengan air terjun di hutan bambu. Kedua orang itu menatap indahnya kunang-kunang dan menikmati suara burung hantu yang sejak tadi menggema, saling bersahutan dengan burung hantu lainnya. Tidak ada yang berniat membuka pembicaraan, mereka larut dalam lamunan masing-masing. Lauye yang memikirkan banyak hal mengenai kejanggalan tentang cincin di tangan Cancri, sedangkan Cancri berpikir dan terus berpikir tentang siapa wanita yang bersama Lauye. Kedua orang itu sudah berada di sana lebih dari satu jam, dan selama itu pula mereka saling membisu. Cancri melirik Lauye, ia mengembuskan napasnya kasar karena merasa bosan. "Apa yang kau cari, Kakak?" tanya Lauye. Ia tahu kakaknya sudah siap untuk bicara, ia juga sudah sangat bosan dengan kediam

