“Ih mau kemana sih, Kak? Buru-buru banget, ini kayaknya belum dipotongin ya? Boleh tolong potongin dulu kak?” ujar Leona, dia tampak tak menyadari perubahan raut wajah kakaknya, dia sibuk membuka satu kotak brownies dan menyerahkan pada Aura. Aura membawanya ke meja yang ditunjuk oleh Leona dengan wajah datar meski hatinya cukup sakit, seperti sesuatu terasa menyempit dan menekannya di dalam sana. Dari kejauhan tampak seorang wanita yang baru memutuskan panggilan telepon menatap ke arah Aura dan menghampirinya. Aura memotong lima kotak brownies itu dengan gerakan yang cepat, Leona masih berdiri di sampingnya, “mbak Yunida, coba deh ini varian cokelat lumer, aku pernah coba enak banget,” ujar Leona. Yunida yang tengah menghampiri mereka hanya tersenyum ke arah Aura yang berhasil mengusai

