Semalam, saat memakai pakaiannya yang terlempar ke lantai, karena baik Barra mau pun Aura sudah tenggelam dalam nafsu yang tak bisa mereka control lagi. Aura mulai merasakan sesak di dadanya, air matanya menetes ketika dengan perlahan dia memunguti pakaian itu. Hati nuraninya menyesali perbuatannya yang sudah terlampau jauh pada Barra, namun ... satu sisi dia merasa membutuhkan hubungan biologis itu. Setelah mengunci pintu ruang tamu, Aura kembali berbaring di ranjangnya, ranjang yang masih terasa panas karena apa yang mereka telah lakukan. Bahkan Aura masih merasakan sesuatu mengganjal di bawah sana, dan perlahan cairan sisa penyatuan itu menetes, dia menyekanya dengan isakan yang tertahan. Maka pada malam hari itu juga dia memutuskan untuk mandi, mengganti seprai dan sarung bantal,

