Dia yang terpenting

1156 Kata

Sementara itu di Rumah Sakit, Selvi sama sekali tidak tidur, meskipun ia sangat mengantuk saat ini. Ia menghela napasnya rasa kantuk memang begitu menyiksanya dan sejak tadi ia membuka mulutnya karena ia sangat mengantuk dan ia menatap Barata yang memang terlihat terjaga bahkan Barata memainkan ponselnya. Sedangkan Jack saya ini telah tertidur pulas, benar saja Jack bisa tidur di mana saja dan asisten Guntur ini juga sangat tampan. "Kenapa kamu melihat Jack?" Tanya Barata dan ia terlihat sangat kesal saat ini dan itu membuat Selvi terkejut melihat ekspresi kesal Barata. "Jack ternyata sangat tampan Mas," ucap Selvi. "Kamu menyukai dia?" Tanya Barata dingin membuat Selvi menggelengkan kepalanya. "Hanya kagum Mas dan kenapa dia nggak jadi aktor saja," ucap Selvi. "Kamu pikir semua orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN