Khadija sangat marah mengingat sikap Panca sama sekali tidak menghormatinya sebagai ibunya selama ini, ia juga telah memanjakan Panca, sehingga Panca tumbuh menjadi seperti ini. Rasa iri dengki dan haus akan pengakuan membuatnya telah melakukan banyak hal dan yang paling Khadija marah pada dirinya sendiri ternyata Panca selalu membuatnya melakukan kesalahan, dengan mencoba melindungi Panca selama ini. Ia mengepalkan tangannya dan tidak bisa lagi menahan semua amarah yang membuncah diddadanya, meskipun sebenarnya ia sangat menyayangi Panca dengan tulus tapi Panca akan membahayakan anak kandungnya dan juga Rona. Khadija memejamkan matanya dan ia menatap sang Papi yang sedang memeluknya dengan erat. Laki-laki yang dulu sangat berkuasa ini sekarang telah menua dan benar saja, Papinya tidak ma

