Dia yang pintar bersandiwara

1141 Kata

Tentu saja Senna sangat terpukul saat ini dan Papinya sangat keterlaluan hingga lebih memilih membela Siska dari pada dirinya. Senna masuk kedalam kamarnya diikuti oleh Selvi yang saat ini sangat sedih melihat kondisi Senna. Senna membaringkan tubuhnya di ranjang terlentang dan ia memejamkan matanya. Sungguh ia lagi-lagi kecewa dengan sikap Papinya ini, yang sudah sangat keterlaluan padanya, rasanya ia ingin menangis sejadi-jadinya karena sikap Papinya ini mengingatkannya dengan masa depannya nanti, jika ia tidak mengubahnya saat ini. "Sedih banget rasanya baru pertama kalinya aku dipukul Papi," ucap Senna. Selvi yang membaringkan tubuhnya disamping Senna, ia menghela napasnya dan ia mengerti bagaimana perasaan Senna. "Aku memang tidak pernah tahu kasih sayang Papa kandungku karena saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN